Pelajari Cara Mengatasi Iskemia Yang Efektif

Sumber: obatjantungstroke.com
Di antara kita semua mungkin sudah ada yang pernah mendengar istilah iskemia. Iskemia ini merupakan gangguan pada suplai oksigen dan berhubungan erat dengan darah, serta fungsi semua organ tubuh manusia. 

Lalu, apa sebenarnya itu iskemia? Apakah kelainan pada darah atau jenis penyakit baru? Mari kita simak ulasan singkat iskemia berikut ini. 

Pengertian Iskemia 

Iskemia merupakan suatu keadaan di mana penderitanya kekurangan suplai darah di organ tertentu. Yang sudah kita ketahui bahwa salah satu tugas darah adalah mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, dan oksigen ini sangat penting untuk kinerja setiap organ tubuh manusia. Oksigen dibawa melalui darah dan nantinya setiap jaringan atau organ akan menyerapnya. 

Iskemia merupakan salah satu penyakit mematikan, karena dapat menyebabkan defisiensi nutrisi dan oksigen di jaringan atau organ tubuh. Jika tidak mengetahui cara mengatasi iskemia dengan benar dan tepat, maka akan berujung pada kematian sel. 

Penyebab Terjadinya Iskemia 

Dilansir dari Alodokter, penyebab utama dari kurangnya suplai darah ini adalah adanya aretroklerosis atau adanya plak pada pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. Tidak hanya plak, namun iskemia juga dapat terjadi akibat sumbatan yang disebabkan adanya gumpalan darah atau udara, dan juga pembuluh darah yang menyempit atau vasokonstriksi. 

Gejala-gejala Iskemia 

Gejala iskemia yang muncul biasanya tergantung dari letak terjadinya sumbatan. Karena iskemia dapat terjadi di bagian jantung, usus, otak, dan tungkai kaki. 

Jika iskemia terjadi di bagian jantung, maka biasanya penderita akan mengalami serangan jantung. Iskemia pada usus akan menyebabkan si penderita mengalami mesenteric ischemia. Sumbatan yang terjadi di bagian usus akan menyebabkan si penderita mengalami nyeri perut, perut kembung, muntah, dan konstipasi. 

Iskemia yang terjadi di bagian tungkai akan menyebabkan rasa nyeri pada tungkai bawah atau yang biasa disebut critical limb ischemia. 

Sedangkan iskemia yang terjadi di bagian otak akan menyebabkan penderita mengalami gejala stroke. Pada tahapan ini, biasanya penderita akan mengalami Transient Ischemic Attack atau TIA atau stroke ringan. Dilansir dari Hello Sehat, gejala stroke ringan ini biasanya berlangsung dalam beberapa menit atau jam, namun akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 24 jam. Gejala stroke ringan yaitu sulit berbicara, wajah tidak simetris, atau sulit menggerakkan tangan dan kaki pada satu sisi tubuh. 

Namun, pada beberapa kasus ditemukan bahwa ada penderita iskemia yang tidak menunjukkan gejala apapun, fenomena ini biasa disebut dengan silent ischemia. 

Pengobatan Iskemia 

Cara mengatasi iskemia yang dilakukan oleh dokter atau para ahli biasanya berbeda-beda, tergantung dari letak terjadinya iskemia di dalam tubuh manusia. 

Jika iskemia terjadi di jantung, maka dokter biasanya akan memberikan obat aspirin untuk memperlancar aliran darah. Selanjutnya akan diberikan obat antihipertensi dan obat penurun kolesterol. Karena sumbatan yang terjadi biasanya muncul akibat lemak yang menumpuk. 

Mengatasi iskemia yang terjadi di bagian usus adalah dengan operasi bypass. Jika iskemia terjadi di bagian otak, maka dokter akan memberikan TPA atau Tissue Plasminogen Activator yang berfungsi untuk mengatasi gumpalan darah. 

Pencegahan Iskemia 

Tidak hanya dengan obat-obatan ataupun operasi, kamu juga bisa melakukan beberapa tips berikut sebagai cara mengatasi iskemia. Yaitu dengan melakukan diet rendah lemak dan natrium, rutin mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, menjaga aktivitas latihan yang cukup, serta menjaga pola hidup seimbang. Dengan begitu, kamu dapat terhindar dari penyakit mematikan ini. 

Posting Komentar

0 Komentar